Selasa, 23 April 2013

Ennichisai 2013

Apa tuh Ennichisai? It's Japanese Tradisional Festival in Little Tokyo Blok M alias festival tradisional Jepang berupa Tokyo mini yang diadakan di halaman Blok M Square, Jakarta.

Tahun ini merupakan tahun ke-4 diadakannya Ennichisai dan mengusung tema 'Maju Bersama'. Acaranya diadakan selama 2 hari yaitu tanggal 25 & 26 Mei 2013. Bakalan ada 200 stand, cosplay, juga traditional & modern show ala Jepang. Bagi yang sudah pernah datang ke acara ini tahun lalu pasti mau ikutan lagi, & bagi yang belum pernah datang (tunjuk tangan) ayo kita serbu, soalnya acara ini gratis..tis...tiss... No entry tickets! Tapi kalau mau belanja ya bayarlah ke penjualnya....

Untuk special performance dari bintang tamu, entahlah, belum ada infonya. Tapi a friend of mine sangat berharap JKT 48 manggung di acara ini. Hmmm, berdoalah kawan :)

Tentang Ennichisai

Little Tokyo Blok M Ennichisai adalah acara pertukaran kebudayaan antara Jepang dan Indonesia. Ennichisai pertama kali diadakan tahun 2010 atas kerjasama yang dilakukan oleh orang-orang Jepang yang mengelola restoran di wilayah Blok M dan pihak-pihak yang memiliki minat terhadap kegiatan ini yang bertujuan untuk revitalisasi dan menata ulang lingkungan kota Blok M.

Tak disangka-sangka, pengunjung yang tertarik dengan acara ini cukup banyak dan  bertambah tiap tahunnya. Event ini pun telah ditetapkan menjadi event tahunan Kota Jakarta Selatan.

-2010-
Pada tahun ini, komunitas Jepang yang berada di Jakarta berkumpul dan mengorganisir Festival Ennichisai pertama yang diselenggarakan di Little Tokyo, Melawai, Blok M pada tanggal 4 Juli 2010. Event yang diadakan selama satu hari ini dapat menarik hingga 50.000 pengunjung.

-2011-
Festival Ennichisai ke-2 diadakan pada tanggal 9 &10 Juli 2011. Jika sebelumnya hanya berlangsung satu hari, di tahun ini festival diperpanjang menjadi dua hari. Tak hanya itu, area penyelenggaraan pun menjadi 2 kali lebih luas dengan 2 panggung (tradisional & modern). Selama dua hari tersebut acara ini dihadiri hingga 170.000 pengunjung. Maka Ennichisai pun ditetapkan menjadi event resmi Jakarta oleh Walikota Jakarta Selatan.
Pada tahun 2011 Jepang dilanda bencana gempa bumi. "Pray for Japan" pun dijadikan tema untuk Ennichisai 2011, dan sebagian dana dari sponsor disumbangkan untuk negara Jepang.

-2012-
Setelah diluluhlantakkan gempa bumi pada tahun 2011, Jepang telah menerima berbagai bantuan dari Indonesia. Dengan ucapan terima kasih yang tulus, maka Ennichisai 2012 mengambil tema "ARIGATO KOKORO NO TOMO" alias THANK YOU, TRUE FRIEND (kokoro=heart, tomo=friend).
Acara ini diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 30 Juni & 01 Juli 2012. Jumlah pengunjung hingga 200.000 orang.

Gimana ya dengan acara tahun ini? Harus lebih seru dan ramai dong pastinya. Okey, harus ada persiapan juga nih, dompet dibanyakin duitnya, untuk jajan & beli suvenir, ehehe...

Credit :
http://www.ennichisaiblokm.com/
READ MORE

Rabu, 17 April 2013

Kuliah dan Kerja

Setelah lulus kuliah ngapain yah? Kerja lah.... Entah mau buka usaha sendiri atau mencari pengalaman dengan bekerja untuk perusahaan orang, yang penting kita bisa mengaplikasikan apa yang didapat dari tempat kuliah (dan dapat uang tentunya). Well, tak semua orang memilih berkarir sesuai dengan jurusan yang ia pilih waktu kuliah. Apa itu salah? Salah jurusan atau salah berkarir?

Mungkin, tapi tidak tentu juga.....
Hidup tak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan, jadi waspadalah, waspadalah (loh??). Kalau menurut analisa saya (#pasangMukaBijak ) ada alasan lain mengapa bisa sampai terjadi hal seperti ini. Yaitu perubahan pola pikir dan pengaruh hobi. Semasa kita sekolah dan kuliah, sebenarnya yang kita dapatkan bukan hanya ilmu matapelajaran dan hardskill, tapi juga pembentukan pola pikir. Bagaimana kita cara kita mengerjakan tugas, menyelesaikan soal/masalah, menghadapi lingkungan, penilaian tentang tata tertib dan hal-hal lainnya dapat membentuk atau mengubah pola pikir dan daya analisa kita terhadap sesuatu. Inilah yang sedikit-banyak dapat menentukan keputusan orang dalam memilih jalur karirnya.

Namun belum lama ini saya pernah membaca sebuah artikel di internet tentang pidato seorang wisudawan terbaik pada acara kelulusannya di sebuah universitas. Di hadapan civitas akademik dan keluarga wisudawan, ia berkata bahwa setelah menghadapi kelulusannya itu ia malah merasa takut. Takut apa? Menghadapi kenyataan dunia kerja. Menurutnya, selama kuliah ia merasa seperti hanya sebagai budak dari para dosen dan kebijakan kampus. Sebagai mahasiswa terpandai, yang ia lakukan hanya belajar, mengerjakan tugas, tak pernah bolos, dan sangat taat peraturan. Pihak kampus tak pernah mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi dunia yang akan dihadapi setelah mereka lulus.

Hmm, apa pernyataan seperti itu benar?
Yah itulah pendapat dia. Awalnya saya sendiri sangat setuju dengan pernyataan itu. Kita membayar uang sekolah/kuliah hanya untuk mematuhi perintah pihak institusi lalu mendapat nilai & penghargaan sesuai usaha kita. Setelah saya pikirkan lagi, sepertinya pendapat wisudawan tersebut agak jahat juga. Bagaimanapun, institusi pendidikan merupakan suatu lingkungan yang dikondisikan sebagai ruang interaksi para pelajar. Tentu saja interaksi dalam arti luas, yaitu antara lain interaksi dengan ilmu pengetahuan, interaksi sosial, serta interaksi dengan teknologi. Yang bisa mengembangkan wawasan dan kemampuan kita ya diri kita sendiri. Beberapa institusi pendidikan hanya memberikan fasilitas dan dasar-dasar keilmuan saja, jadi pelajar diharapkan bisa mengembangkan sendiri kemampuannya masing-masing. Beberapa institusi lain juga memberikan arahan secara konsisten serta ilmu yang lebih detail & mendalam (hal ini terutama di sekolah kejuruan & tempat kursus). Jadi sebenarnya masa depan kita setelah kelulusan sangat dipengaruhi oleh sikap kita dalam menghadapi berbagai  interaksi di dalam institusi pendidikan.

Yah itulah pendapat saya.
Jadi untuk kamu-kamu yang belum menentukan kepastian karir, buruan ditentukan dong......
(jangan seperti diriku, madesu, haha)
READ MORE

Jumat, 12 April 2013

Windows, Mac, atau Linux?

Buku yang satu ini saya 'temukan' secara tak sengaja. Maksudnya, waktu beli memang tak direncanakan. Begitu liat di display tokonya, kayaknya asyik, langsung deh dipungut, eh, dibeli.

Pilih Windows, Mac, atau Linux : Filosofi Sebuah Komputer
Penulis : Merry Magdalena
Penerbit : Kanaya Press, 2009
Tebal : 168 hlm

Buku ini berisi tentang sejarah perkembangan tiga Operating System (OS) utama yang merajai dunia perkomputeran. Yup! Windows, Mac, dan Linux. Dijelaskan juga mengenai filosofi serta pendapat para pengguna komputer mengenai masing-masing OS.

Windows
Untuk sebagian besar penduduk di Indonesia masih menggunakan sistem operasi Windows. Mengapa? Hmm, diantaranya karena memang sudah 'tradisi' barangkali? Selain itu dalam beberapa aspek Windows memang memiliki keunggulan dibanding para pesaingnya, inilah yang membuatnya masih merajai OS komputer di seluruh penjuru dunia.
Windows dengan tampilan GUI pertama dinamakan Windows versi 1.0 yang merupakan pengembangan dari MS-DOS. Perkembangan versi Windows :
  1. Windows 1.0, windows 2.0, windows 3.0
  2. Windows 9X (BSOD=Blue Screen of Death)
  3. Windows NT
  4. Windows 95
  5. Windows NT 4.0
  6. Windows 98
  7. Windows 2000
  8. Windows Me
  9. Windows XP
  10. Windows Vista
  11. Windows 7
(Saat buku ini diterbitkan, belum ada Windows 8)

Mac
Mac OS merupakan sistem pengoperasian pertama yang menggunakan GUI. Dari segi keindahan visual, Mac lah juaranya. Di awal kemunculannya, Mac memang terkesan sangat ingin menyaingi MS-DOS. Sistem Mac OS dikategorikan dalam 2 jenis : Mac OS Klasik dan Mac OS X. Perkembangan Mac OS :
A. Mac OS Klasik
  1. Proyek Star Trek
  2. System 1, 2, 3, & 4
  3. System Software 5
  4. System Software 6
  5. System Software 7
  6. Mac OS 8
  7. Mac OS 9
B. Mac OS X
  1. Mac OS X v 10 (Rhapsody)
  2. Mac OS X v10.0 (Cheetah)
  3. Mac OS X v10.1 (Puma)
  4. Mac OS X v10.2 (Jaguar)
  5. Mac OS X v10.3 (Panther)
  6. Mac OS X v10.4 (Tiger)
  7. Mac OS X v10.5 (Leopard)
  8. Mac OS X v10.6 (Snow Leopard)
(Saat buku ini diterbitkan, belum ada Mac OS X v10.7 Lion)

Linux
Ini dia OS komputer yang tidak berbayar. Linux termasuk dalam kategori Open Source, yang artinya program disebarluaskan secara bebas, termasuk kode programnya, yang dapat dipelajari cara kerjanya, dapat diperbaiki dan dikembangkan lebih lanjut, serta dapat digandakan tanpa harus membayar izin/lisensi (Rusmanto Maryanto-pendiri YPLI). Perlu ditekankan, yang gratis adalah lisensinya, sementara untuk beberapa pengembangan software, pelatihan-pelatihan, dan maintenance ada biaya yang harus dikeluarkan, hanya saja tidak semahal software berbayar. Linux memiliki lisensi, dan lisensi inilah yang tidak diperjualbelikan.
Linux sendiri merupakan induk dari banyak distro. Jadi, dari Linux ini selanjutnya dikembangkan secara bebas oleh berbagai pihak menjadi distro-distro yang memiliki nama versinya masing-masing. Diantaranya yang populer yaitu Ubuntu, Debian, OpenSUSE, Mandriva, Fedora, Knoppix. Sebenarnya ada yang lebih induk lagi daripada Linux, yakni OS Unix. Unix merupakan dasar utama sistem operasi dari Mac OS X, Linux, dan FreeBSD.
------------

Nah itu dia sedikit penjelasan mengenai isi dari buku bergenre komputer ini. Dari segi desain cover, cukup menarik dan sangat mempresentasikan isinya. Di setiap bab pun dilengkapi dengan ilustrasi dan snapshot yang mendukung pembahasannya. Sangat cocok bagi pembaca yang ingin belajar megenai sejarah perkembangan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Juga dapat membantu kita dalam memutuskan sistem operasi apa yang cocok dan mendukung kebutuhan kita.

Jadi, OS apa yang kamu banget????
READ MORE

Jumat, 05 April 2013

Gunung Pi : Kisah-Kisah Matematika Paling Asyik

Kisah Matematika? Ya. Dibalik Matematika pun terdapat kisah-kisah yang tak banyak orang tahu. Berikut ini merupakan buku yang mengupas dan memaparkan masa-masa awal perkembangan dunia matematika dan digital. Mari menyimak :)

                          Judul    : Gunung Pi
                          Penulis  : Richard Preston
                          Penerbit : Banana Publisher, 2005
                          Editor   : Hikmat Darmawan
                          Tebal    : 179 hlm

Sebenarnya buku ini lebih dapat dikatakan kumpulan esai. Jumlahnya ada 4 esai, dan Gunung Pi adalah salah satunya (dan dijadikan judul buku ini). Sepertinya, karena Pi memiliki sejarah yang paling fenomenal, maka diambil sebagai judul buku.



Sir Ronald Fisher
Okay, langsung ke esai pertama, judulnya 'Seorang Nyonya Mencecap Teh'. Menurut keterangan di bukunya, tulisan ini merupakan bab pertama dari buku karya David Salsburg yang berjudul The Lady Tasting Tea, How Statistic Revolutionized Science in the Twentieth Century. Hmm, lumayan panjang ya judul aslinya. Masalah yang dibahas pada tulisan ini berkaitan dengan pernyataan seorang nyonya yang berpendapat bahwa antara teh yang dituang ke secangkir susu dan susu yang dituang ke secangkir teh memiliki rasa yang berbeda. Sir Ronald Fisher menganggap hal ini suatu eksperimen yang samasekali bukan hal yang sepele. Kisahpun terus dilanjutkan dengan eksperimen-eksperimen Fisher yang notabene adalah seorang matematikawan yang gigih. Kesimpulan dari kejadian ini ialah eksperimen merupakan salah satu alat untuk meningkatkan pengetahuan (walaupun hal sepele).

Di esai kedua, judulnya 'Memahami Informasi, Bit Demi Bit (Persamaan Shannon)' merupakan esai karya Igor Alexander. Bicara tentang Persamaan Shannon, siapa itu Shannon? Claude Shannon adalah seorang teknisi dan ahli matematika. Buah pemikirannya berkaitan tentang teori komunikasi menghasilkan dua rumus yang disebut sebagai Persamaan Shannon, yaitu :
I = -p log2 p
dan
C = W log2 (1 + S/N)
Claude Shannon
Untuk penjelasan rumusnya, silakan baca sendiri bukunya ya (karena penjelasannya lumayan panjang). Buku ini masuk KDT Perpustakaan Nasional koq. Selanjutnya, berkaitan dengan hubungan komunikasi antar komputer untuk mengirimkan informasi, Shannon menyatakan ada 5 komponen mayor yaitu :
1. Sumber
2. Penyandi (modulator)
3. Penghantar
4. Penakbir (demodulator)
5. Penerima

Informasi dari sebuah komputer disimpan dalam bentuk bit, maka agar bisa dikirimkan, ia harus diubah dulu ke bentuk sinyal (disinilah fungsi penyandi/modulator). Setelah itu akan dibawa oleh kabel penghantar, dan sebelum dapat ditampilkan ke komputer penerima, ia harus diubah lagi ke bentuk bit (ini dilakukan oleh penakbir/demodulator). Apa itu bit? Bit adalah binary unit of information yang artinya 'unit biner informasi' yang bernilai dua angka yaitu 0 dan 1.

Lanjut ke esai ketiga, berjudul 'Arah' yang sebenarnya dikutip dari buku Count Down, Six Kids Vie for Glory at the World's Toughest Math Competition (2004) karya Steve Olson. Dari keempat esai yang disajikan buku ini, 'Arah' adalah karya tulis yang kurang menarik untuk saya. Apa karena 'terlalu matematika' ya? Hahaha, mungkin. Pada esai ini dikisahkan tentang para siswa yang tengah menghadapi Olimpiade Matematika. Dijelaskan pula tentang sejarah dan masalah-masalah terkait dunia matematika. Bahkan ada lelucon matematika yang tak semua orang mengerti dimana letak kelucuannya (untungnya aku tertawa meringis waktu membaca leluconnya). Pada esai ini muncul beberapa tokoh matematika seperti Pierre de Fermat (ahli matematika amatir yang sebenarnya adalah seorang pengacara dan hakim) dan Titu Andreescu (Direktur Kompetisi Matematika Amerika). Titu Andreescu termasuk orang yang jenius dan berjasa dalam pengajaran matematika di Amerika.

David & Gregory Chudnovsky
Akhirnya esai keempat, 'Gunung Pi' karya Richard Preston sebenarnya adalah sebuah artikel panjang yang diterbitkan untuk The New Yorker. Gunung Pi mengisahkan tentang kerja keras Chudnovsky bersaudara (Gregory Chudnovsky dan David Chudnovsky) untuk memecahkan misteri bilangan Pi (dikenal dengan lambang π). Saking terobsesinya dengan bilangan Pi, mereka sampai merakit superkomputer sendiri (diberi nama m-zero) di apartemen Gregory. Saingan mereka dalam memperhitungkan digit Pi adalah para peneliti dari berbagai perusahaan superkomputer. Tapi nyatanya Chudnovsky bersaudara berhasil mengalahkan saingan terberat mereka dengan memecahkan jumlah bilangan pi sebanyak dua milyar dua ratus enam puluh juta tiga ratus dua puluh satu ribu tiga ratus tiga puluh enam digit! Wow..... Amazingly, mereka melakukan itu dengan superkomputer rakitan mereka sendiri, yang sukucadangnya dibeli dengan uang sendiri, dan karena selalu digunakan untuk penghitungan, m-zero sering rusak, jadi mereka sering membeli sukucadangnya via pos.
Jadi sebenarnya bilangan Pi bukan hanya ada dua angka di belakang koma (3.14), melainkan tak terhingga.

Okay, begitulah isi dari buku Gunung Pi. Dari segi fisik, buku ini cukup ringan dan ringkas. Dari segi pembahasan mungkin lumayan berat. Namun di sisi lain, kisah-kisah yang dipaparkan karya terjemahan ini merupakan bagian dari sejarah yang sangat mengasyikan untuk dibaca (dan sangat menambah wawasan juga). Entah kenapa, waktu membaca buku ini seolah saya ditampar, digelitiki, dan dibuat takjub. Entah....
Namun buku ini juga ada kekurangannya, yaitu samasekali tak ada ilustrasi ataupun foto. Padahal banyak disebutkan tokoh-tokoh penting dalam dunia persilatan, eh, matematika maksudnya.
Tapi bagaimanapun juga, tiga kata untuk buku ini : cerdas, kocak, gila! (putri.dwi17)

Foto-foto: dari berbagai sumber
READ MORE

Selasa, 02 April 2013

[Lagu] I Want You - Savage Garden

Nah, menindaklanjuti posting sebelumnya, kali ini saya mau membahas tentang lagu favorit yang menjadi hits-nya Savage Garden.

Hits
'I Want You' merupakan single pertama yang jadi salah satu andalan dari album Savage Garden. Lagu ini dirilis tahun 1996 dan berhasil menjadi hits di posisi #2 setelah lagu dance "Macarena". Kalo didengerin sekilas sih keduanya punya kemiripan yaitu tempo yang cepat. Tapi musik & liriknya bener2 beda koq. Lagu ini bisa dibilang merupakan jenis pop mainstream yang dulu pada tahun 1992 pernah didepak dari dunia musik. Berkat single ini Savage Garden masuk dalam nominasi Best New Artist pada penghargaan ARIA tahun 1996, dan merupakan single dengan penjualan tertinggi di Australia.
Saya kasih tepok tangan dan jempol sebanyak-banyaknya deh buat yang bisa nyanyiin lagu ini dengan sempurna semirip vokalnya Darren Hayes dari awal sampai akhir....


Savage Garden – I Want You
 
Anytime I need to see your face I just close my eyes
And I am taken to a place
Where your crystal minds and magenta feelings
Take up shelter in the base of my spine
Sweet like a chica cherry cola
I don't need to try to explain
I just hold on tight and If it happens again
I may move so slightly to the arms
And the lips and the face
Of The Human Cannonball that
I need to I want to

Come stand a little bit closer
Breathe in and get a bit higher
You'll never know what hit you when
I get to you

[*]
Ooh I want you, I don't know if I need you but
Ooh I'd die to find out
Ooh I want you, I don't know if I need you but
Ooh I'd die to find out

I'm the kind of person who endorses a deep commitment
Getting comfy getting perfect is what I live for
But a look and then a smell of perfume
It's like I'm down on the floor
And I don't know what I'm in for
Conversation has a time and place in the interaction
Of a lover and a mate but the time of talking
Using symbols, using words can be likened
To a deep sea diver who is swimming with a raincoat

Come stand a little bit closer
Breathe in and get a bit higher
You'll never know what hit you when
I get to you

back to [*]


Music Video
Untuk pemasaran lagu ini, ada 2 versi MV official-nya, versi Australia dan versi internasional. Yah, kalau diliat sih memang lebih bagus versi internasionalnya. Katanya budget produksinya juga lebih besar getoooohhh...

Yang versi Australia lebih terkesan sederhana, mereka ngga pake model lain, yang tampil cuma personilnya aja, Darren Hayes & Daniel Jones. Konsepnya tuh ya, mereka berdua lagi ngeband di sebuah ruangan, mas Darren nyanyi, mas Daniel maen gitar bass. Setting tempatnya ga cuma indoor loh, tapi ooutdoor juga. Yang outdoor-nya, mas Daniel nyanyi sambil entah naek kendaraan apa gitu yang ngebut di jalanan. Lucu deh kalo ngeliat MV ini, keliatan banget jadulnya. Haha, tapi tetep keren kok lagunya.

Sedangkan untuk versi internasionalnya, terkesan lebih futuristik dan ada alur ceritanya (walaupun simpel sih). Ceritanya tuh Savage Garden lagi rekaman gitu di ruangan yang peralatannya lengkap & canggih.



Di MV ini ditampilkan kalau mas Daniel ga cuma pegang gitar, tapi juga main keyboard. Yah namanya juga multi-instrumentalist. Konon, dulu mas Daniel juga pernah main drum di band lamanya. Ahh, keren banget. Okey, bagi yang mau liat MVnya, browsing sendiri ya di youtube ^^

Sumber:
http://www.allmusic.com/artist/savage-garden-mn0000838327
http://www.darrenhayesnet.com/savagegarden.html
www.youtube.com
READ MORE

Kamis, 28 Maret 2013

[Grup Musik] Savage Garden

Aahhh, tiba-tiba ingin bernostalgia nih sama lagu-lagunya Savage Garden. Bagi kamu yang hidup sebagai  ABG gaol (yeah!! terutama anak nongkrong emtivi ^_^ ) antara tahun 1997-2001 pasti tau deh sama grup musik yang satu ini. Savage Garden terbentuk antara tahun 1994-1995, dan namanya di ambil dari sebuah frase dari buku The Vampire Chronicle karya Anne Rice yaitu "The mind of each man is a savage garden". Secara, sang vokalis suka baca buku ini, jadi deh  nama grup mereka Savage Garden. Mereka ini bisa dibilang legenda duo asal Australi karna berhasil menjual album sebanyak kurang lebih 25 juta di seluruh dunia hanya dengan mengeluarkan dua album studio dan beberapa single.

(kiri-kanan) Daniel Jones dan Darren Hayes
Album
Duo asal Australia yang terdiri dari mas Daniel Jones (multi-instrumentalis) & mas Darren Hayes (vokalis) ini bener-bener jadi grup yang berjaya pada eranya. Dalam penulisan dan aransemen lagu, keduanya terlibat langsung loh, dan langsung jadi hits. To The Moon and Back, I Want You, Break Me Shake Me, dan Truly Madly Deeply adalah 3 lagu yang nge-hits banget dari album pertama mereka, Savage Garden (1997). Bahkan lagu Truly Madly Deeply bisa nangkring di chart musiknya Amrik, Monitor/ Billboard Adult Contemporary Airplay Chart selama 123 minggu! Wew! Tuh lagu emang bikin fly banget buat yang suka romantis2an. Bener-bener lagu yang fenomenal! Di negaranya sendiri, lagu ini mendapat penghargaan sebagai Single of the Year(1997), albumnya juga mendapat penghargaan sebagai Album of the Year(1997) dari ARIA MUSIC AWARD (ARIA=Australian Recording Industry Association). Sebenernya masih ada 8 kategori penghargaan lagi, yaitu Best Single, Best Group, Best Debut Album, Best Independent Release, Best Pop Release dan Highest Selling Single. Jadi totalnya ada 10. Semua penghargaan ini mereka raup di ajang dan tahun yang sama looohhh....!!! Untuk penjualan albumnya, mencapai 11 juta copy di sluruh dunia.

cover album Savage Garden (1997)

Lalu pada tahun 1999 mereka mengeluarkan album kedua, Affirmation. Lagu-lagu andalannya yaitu Affirmation, The Animal Song, I Knew I Love You, dan Crash and Burn. Lagu The Animal Song merupakan soundtrack film The Other Sister, menjadi hits No. 3 di Australia dan masuk Top 20 di UK dan US. Lalu, kalau di album sebelumnya Truly Madly Deeply bertahan selama 123 minggu, di album ini I Knew I Love You juga betah bertengger selama 124 minggu di chart musik yang sama. Sedangkan, di Bilboard Music Award, lagu ini mendapat penghargaan sebagai Best Adult Contemporary Video dan No. 1 Adult Contemporary Song of the Year. Karena lagu ini jugalah, mereka dinobatkan sebagai No. 1 Adult Contemporary Artist of the Year. Album Affirmation ini menjadi no.1 di Australia dan mendapat 8 platinum.
cover album Affirmation (1999)
Perpecahan
Tapi sayangnya sodara-sodara, ternyata, ketenaran itu tak bertahan lama. Karena setelah album kedua dirilis dan mengadakan beberapa promo tour, Savage Garden menyatakan kalau mereka bubaran. Ahhh, aku jadi sedih, merana, dan gundah gulana (plakk! sadar put, sadar....). Katanya, sebelum album kedua mereka dirillis, mas Daniel Jones pernah bilang kalau dia nggak suka dengan ketenaran yang mereka dapatkan dan merasa nggak senang. Oh my God! Aku tak mengerti, dia tak puas, atau tak suka namanya terkenal dimana-mana, atau .....ah, kenapa beibeh? kenapa??! #expresiDramatis

Akhirnya, pada tahun 2001, mas Darren Hayes sendiri yang menyampaikan bahwa Savage Garden had broken up. Dan pada tahun 2007 dalam wawancara dengan The Daily Telegraph yang mempertanyakan apakah dia dan mas Daniel Jones akan bersatu kembali, dia menjawab dengan tegas "No, never." Yang artinya ga mungkin ada Savage Garden lagi, udah putus, lo-gue-end, and we are never-never-never getting back together (halah..., ini sih penulis blognya yang curcol). Well, tentang penyebab sebenarnya mereka bubaran memang tak pernah secara pasti diungkapkan, cuma media menyimpulkan bahwa ini ada hubungannya dengan Coming Out-nya Darren. Yahh, mungkin aja sih, tapi mas Daniel tak pernah buka mulut tentang hal ini. Mas Darren sendiri cuma bilang bahwa mereka pisah dengan cara baik-baik, walaupun dia sendiri merasa kecewa juga, dan memang hal yang wajar kalau suatu band pecah lalu para anggota meneruskan hidupnya masing-masing. Begitulah katanya.

Setelah mereka bubaran tahun 2001, mas Darren Hayes meneruskan karirnya sebagai penyanyi solo (sekaligus penulis lagu buat albumnya sendiri), sedangkan mas Daniel mendirikan sebuah music production company dan menurut berita terakhir, dia aktif kembali menjadi musisi dengan membentuk band bernama Corby Jones.


Dan sebagai tambahan, sampai pada tahun 2005, Savage Garden mendapatkan penghargaan 12 platinum di Australia, 7 platinum di US, 3 platinum di Canada, 2 platinum di New Zealand, Singapore, dan di UK. Ternyata walaupun sudah bubar pada tahun 2001 mereka masih saja mendapat penghargaan....

Karna Savage Garden sudah tamat, lalu diriku memutuskan untuk nonton Meteor Garden. Tapi ternyata akhirnya tamat juga. -_-'
Okey, tulisan selanjutnya akan dibahas soal beberapa lagu Savage Garden yang menjadi favoritku. Entah kapan, kalau sempet dan lagi mood .(Haha, ga niat banget sih). Mohon doanya...

Sumber: 
http://www.allmusic.com/artist/savage-garden-mn0000838327
http://www.heraldsun.com.au/entertainment/music/savage-garden-still-sulking/story-e6frf9hf-1111117590562
http://www.en.wikipedia.org/wiki/Savage_Garden
READ MORE

Minggu, 24 Februari 2013

12th Islamic Book Fair

Assalamu'alaikum.....
Wah wah, long time no see. Sama siapa? Ya sama blogku yg satu ini. Hari-hari sebelumnya sibuk ngerjain Tugas Akhir sih, sampai hampir lupa punya blog begini, ohohoho <maafkan aku, please>.
Okey, karena sekarang sudah bulan Februari, berarti sebentar lagi akan ada event................................... apa ya???

Islamic Book Fair!!!!!
Tanggal 1 - 10 Maret 2013 atau bertepatan dengan tanggal 18-27 Rabiul Akhir 1434H. Lokasinya seperti biasalah, di Istora Senayan alias Gelora Bung Karno, Jakarta.


Kalo diperhatikan, event Islamic Book Fair tiap tahunnya pasti meriah. Baik dari segi acara, peserta, maupun pengunjungnya. Keren lah pokoknya. Bagaimana jadwal acara IBF ke 12 ini? Silahkan browsing sendiri sajalah disini.

Di dalam rangkaian acaranya, ada beberapa tokoh-tokoh ternama yang akan hadir, mulai dari politikus, ulama, penulis, sampai artis film. Kalau saya mah sudah mengambil kebijakan untuk mewajibkan diri agar tiap tahun datang ke event ini, hehe. Dan oleh karena tahun kemarin gagal ketemu mas Dude Herlino di IBF, kali ini saya bertekad harus ketemu mas Fedi Nuril, kalo perlu face to face, empat mata, dua hidung, empat telinga, tapi satu hati. Semoga kita berjodoh <halah....>

Ok, get ready! Sampai ketemu di IBF 2013....
READ MORE