Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2016

[Buku] Pemrograman C++

Setelah lama ngga eksis, mau resensi buku ahh. Buku lama sih, dan pinjeman juga, haha. Tak apalah, yang penting bermanfaat.





Judul Buku : Pemrograman C++

Genre : Komputer
Penulis : Budi Raharjo
Penerbit : Informatika Bandung
Tebal Buku : xxii + 442 hlm
Cetakan Keempat : September 2010

Terdiri dari 20 bab yang dikelompokkan menjadi 4 bagian, buku bergenre komputer ini menampilkan materi pemrograman C++ secara lugas serta kode-kode program yang dapat langsung diaplikasikan. Sebelumnya perlu diketahui, penulisan program yang digunakan penulis mengacu pada C++ modern yang telah memenuhi standar ANSI/ISO. Jika para pembaca sebelumnya pernah bergelut dengan C++ klasik mungkin akan segera tahu perbedaannya, walaupun sebenarnya tidak terlalu banyak.

Pada bagian pertama membahas tentang pengenalan singkat, tata cara penulisan, perintah-perintah dasar, hingga penggunaan fungsi. karena baian ini merupakan hal yang dasar, maka para pembaca khususnya pemula, harus memahami betul pembahasan yang disuguhkan agar di bab-bab selanjutnya akan lebih cepat mengerti.

C++ merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek atau sering disebut OOP (Object Oriented Programming). Artinya, C++ fokus pada 'Apa yang akan kita buat?'. Hal inilah yang menjadi salah satu keunggulannya dibandingkan dengan pendahulunya, yaitu bahasa C yang lebih fokus kepada 'Bagaimana cara membuat?'. Maka dari itu, pada Bagian II ini menjelaskan tentang ciri-ciri dasar dari OOP, pembahasan kelas dan objek, serta pewarisan sifat objek.

Darri perintah dasar yang telah dipelajari, pada bagian III akan dibahas lebih lanjut mengenai perintah-perintah dasar yang digunakan pada C++. Antara lain perlakuan overload terhadap operator, penggunaan preprocessor directive, menjebak error, hingga pembahasan yang lebih mendalam tentang namespace. Jika pembaca sudah memahami dengan baik dua bab sebelumnya, maka tidak sulit untuk memahami dan mempraktekan pelajaran pada bab ini.

Setelah pembaca disuguhkan dengan teori dan kode pemrograman yang aplikatif, sang penulis yang seorang profesional IT dan bekerja sebagai software engineer ini, memberikan halaman khusus berisi latihan soal yang berkaitan dengan pembahasan sebelumnya berupa pilihan ganda.

Secara garis besar,buku yang diperuntukkan bagi kelas pemula dan menengah inicocok sebagai sumber referensi dan sumber pelatihan otodidak. Dilihat dari cetakan buku yang sudah mengalami beberapa kali cetak ulang, dapat disimpulkan bahwa buku ini terbilang laris dan banyak peminatnya. Dengan memiliki buku ini , merupakan langkah awal yang tepat untuk menjadi seorang programmer C++.

(putri_dwi)
READ MORE

Rabu, 29 Mei 2013

Desktop Publishing dengan Program Open Source

Sebenarnya untuk posting pembahasan buku kali ini, merupakan buku yang pernah diresensi di blog saya yang lama. Dulu saya punya akun Google lain, tapi karna bermasalah, maka saya buat akun baru dan otomatis blog baru (ya blog ini). Buku ini lumayan bermanfaat untuk saya, jadi mau banget dimuat ulang, hihi.

  • Judul Buku : Desktop Publishing dengan Program Open Source
  • Genre : Komputer
  • Penulis : Nanang Kuswana & Ika Dewi Lestari
  • Penerbit : Dian Rakyat
  • Cetakan Pertama : Mei 2011
  • Tebal Buku : x + 150 hlm
Hingga saat ini sudah banyak beredar tutorial mengenai software desain grafis. Namun yang umum dijumpai berupa tutorial untuk software yang berlisensi berbayar). Hal ini menjadi salah satu kendala bagi masyarakat yang ingin mempelajarinya tapi tak memiliki cukup biaya dan menjujung tinggi hak cipta. Untuk itulah buku ini hadir sebagai satu solusi yang cukup memadai sebagai antisipasi masalah tersebut. Buku dengan tebal 150 halaman ini ditujukan kepada orang yang ingin mempelajari dasar penggunaan software open source untuk Desktop Publishing, yaitu : Inkscape, Gimp, OpenOffice Writer, dan Scribus.

Desktop Publishing maksudnya adalah pembuatan naskah penerbitan yang mencakup pengelolaan gambar, teks, dan layout halaman dengan komputer desktop. Jadi, sebelum mengatur tata letak atau layouting, tentunya lebih dulu menentukan desain untuk gambar yang akan ditampilkan pada halaman tersebut. Elemen-elemen yang terdiri dari  jenis gambar, bentuk, pewarnaan, hingga efek gambar yang sesuai, semuanya dilakukan sedemikian rupa pada software desain grafis.

Jenis gambar yang akan dibuat, harus dengan pertimbangan yang menyangkut kepentingan penggunaanya. Jika dalam penggunaannya membutuhkan file gambar yang resolusinya dapat diubah-ubah tanpa merusak kualitas gambar, pilih jenis gambar vektor. Namun jika menginginkan reproduksi gradasi warna yang baik, lebih cocok menggunakan jenis bitmap. Pembuatan gambar vektor dalam buku ini menggunakan software Inkscape, sedangkan untuk gambar bitmap menggunakan Gimp.

Jika semua materi baik gambar maupun teks sudah siap, maka langkah selanjutnya yaitu pengaturan layout. Jenis software open source yang paling diunggulkan dalam hal layouting yaitu OpenOffice Writer dan Scribus. Writer lebih mirip dengan Ms Word pada sistem operasi Windows. Namun sebagai program Desktop Publising, Scribus dapat memberikan kemudahan untuk mengatur halaman kompleks yang berisi teks dan grafik secara lebih baik.

Setelah disuguhi dengan teori dan petunjuk mengenai Desktop Publishing, pada bab terakhir di buku ini diberikan pula contoh rancangan layout beserta langkah-langkah pembuatannya. Hal ini dimaksudkan sebagai bahan latihan untuk para pembaca. Contoh rancangannya yaitu berupa layout Buletin, Majalah, Formulir, dan Brosur. Software yang dibutuhkan sudah terdapat pada DVD Bonus yang disertakan dalam buku, tinggal diinstal saja ke komputer kamu. Software tersebut juga ada yang disediakan untuk Sistem Operasi Windows loh. Jadi, semua bisa tetap 'menikmati' program Open Source berbasis Linux ini di komputer Windows.

Sebagai bahan referensi, buku ini bisa dibilang 'cukup', tidak 'lebih'. Karena penulis buku ini hanya bermaksud memberikan tutorial dasar tentang Desktop Publishing. Adapun jika pembaca ingin menguasai semua fitur dan trik yang terdapat dalam software aplikasi tersebut, pembaca dapat belajar dan coba-coba sendiri dengan program-program yang sudah disediakan dalam DVD Bonus (dan rajin-rajin browsing juga ya.... ^_^ ). Selamat belajar & berkreasi!
(putri_ds)

READ MORE

Jumat, 12 April 2013

Windows, Mac, atau Linux?

Buku yang satu ini saya 'temukan' secara tak sengaja. Maksudnya, waktu beli memang tak direncanakan. Begitu liat di display tokonya, kayaknya asyik, langsung deh dipungut, eh, dibeli.

Pilih Windows, Mac, atau Linux : Filosofi Sebuah Komputer
Penulis : Merry Magdalena
Penerbit : Kanaya Press, 2009
Tebal : 168 hlm

Buku ini berisi tentang sejarah perkembangan tiga Operating System (OS) utama yang merajai dunia perkomputeran. Yup! Windows, Mac, dan Linux. Dijelaskan juga mengenai filosofi serta pendapat para pengguna komputer mengenai masing-masing OS.

Windows
Untuk sebagian besar penduduk di Indonesia masih menggunakan sistem operasi Windows. Mengapa? Hmm, diantaranya karena memang sudah 'tradisi' barangkali? Selain itu dalam beberapa aspek Windows memang memiliki keunggulan dibanding para pesaingnya, inilah yang membuatnya masih merajai OS komputer di seluruh penjuru dunia.
Windows dengan tampilan GUI pertama dinamakan Windows versi 1.0 yang merupakan pengembangan dari MS-DOS. Perkembangan versi Windows :
  1. Windows 1.0, windows 2.0, windows 3.0
  2. Windows 9X (BSOD=Blue Screen of Death)
  3. Windows NT
  4. Windows 95
  5. Windows NT 4.0
  6. Windows 98
  7. Windows 2000
  8. Windows Me
  9. Windows XP
  10. Windows Vista
  11. Windows 7
(Saat buku ini diterbitkan, belum ada Windows 8)

Mac
Mac OS merupakan sistem pengoperasian pertama yang menggunakan GUI. Dari segi keindahan visual, Mac lah juaranya. Di awal kemunculannya, Mac memang terkesan sangat ingin menyaingi MS-DOS. Sistem Mac OS dikategorikan dalam 2 jenis : Mac OS Klasik dan Mac OS X. Perkembangan Mac OS :
A. Mac OS Klasik
  1. Proyek Star Trek
  2. System 1, 2, 3, & 4
  3. System Software 5
  4. System Software 6
  5. System Software 7
  6. Mac OS 8
  7. Mac OS 9
B. Mac OS X
  1. Mac OS X v 10 (Rhapsody)
  2. Mac OS X v10.0 (Cheetah)
  3. Mac OS X v10.1 (Puma)
  4. Mac OS X v10.2 (Jaguar)
  5. Mac OS X v10.3 (Panther)
  6. Mac OS X v10.4 (Tiger)
  7. Mac OS X v10.5 (Leopard)
  8. Mac OS X v10.6 (Snow Leopard)
(Saat buku ini diterbitkan, belum ada Mac OS X v10.7 Lion)

Linux
Ini dia OS komputer yang tidak berbayar. Linux termasuk dalam kategori Open Source, yang artinya program disebarluaskan secara bebas, termasuk kode programnya, yang dapat dipelajari cara kerjanya, dapat diperbaiki dan dikembangkan lebih lanjut, serta dapat digandakan tanpa harus membayar izin/lisensi (Rusmanto Maryanto-pendiri YPLI). Perlu ditekankan, yang gratis adalah lisensinya, sementara untuk beberapa pengembangan software, pelatihan-pelatihan, dan maintenance ada biaya yang harus dikeluarkan, hanya saja tidak semahal software berbayar. Linux memiliki lisensi, dan lisensi inilah yang tidak diperjualbelikan.
Linux sendiri merupakan induk dari banyak distro. Jadi, dari Linux ini selanjutnya dikembangkan secara bebas oleh berbagai pihak menjadi distro-distro yang memiliki nama versinya masing-masing. Diantaranya yang populer yaitu Ubuntu, Debian, OpenSUSE, Mandriva, Fedora, Knoppix. Sebenarnya ada yang lebih induk lagi daripada Linux, yakni OS Unix. Unix merupakan dasar utama sistem operasi dari Mac OS X, Linux, dan FreeBSD.
------------

Nah itu dia sedikit penjelasan mengenai isi dari buku bergenre komputer ini. Dari segi desain cover, cukup menarik dan sangat mempresentasikan isinya. Di setiap bab pun dilengkapi dengan ilustrasi dan snapshot yang mendukung pembahasannya. Sangat cocok bagi pembaca yang ingin belajar megenai sejarah perkembangan sistem operasi Windows, Mac, dan Linux. Juga dapat membantu kita dalam memutuskan sistem operasi apa yang cocok dan mendukung kebutuhan kita.

Jadi, OS apa yang kamu banget????
READ MORE

Jumat, 05 April 2013

Gunung Pi : Kisah-Kisah Matematika Paling Asyik

Kisah Matematika? Ya. Dibalik Matematika pun terdapat kisah-kisah yang tak banyak orang tahu. Berikut ini merupakan buku yang mengupas dan memaparkan masa-masa awal perkembangan dunia matematika dan digital. Mari menyimak :)

                          Judul    : Gunung Pi
                          Penulis  : Richard Preston
                          Penerbit : Banana Publisher, 2005
                          Editor   : Hikmat Darmawan
                          Tebal    : 179 hlm

Sebenarnya buku ini lebih dapat dikatakan kumpulan esai. Jumlahnya ada 4 esai, dan Gunung Pi adalah salah satunya (dan dijadikan judul buku ini). Sepertinya, karena Pi memiliki sejarah yang paling fenomenal, maka diambil sebagai judul buku.



Sir Ronald Fisher
Okay, langsung ke esai pertama, judulnya 'Seorang Nyonya Mencecap Teh'. Menurut keterangan di bukunya, tulisan ini merupakan bab pertama dari buku karya David Salsburg yang berjudul The Lady Tasting Tea, How Statistic Revolutionized Science in the Twentieth Century. Hmm, lumayan panjang ya judul aslinya. Masalah yang dibahas pada tulisan ini berkaitan dengan pernyataan seorang nyonya yang berpendapat bahwa antara teh yang dituang ke secangkir susu dan susu yang dituang ke secangkir teh memiliki rasa yang berbeda. Sir Ronald Fisher menganggap hal ini suatu eksperimen yang samasekali bukan hal yang sepele. Kisahpun terus dilanjutkan dengan eksperimen-eksperimen Fisher yang notabene adalah seorang matematikawan yang gigih. Kesimpulan dari kejadian ini ialah eksperimen merupakan salah satu alat untuk meningkatkan pengetahuan (walaupun hal sepele).

Di esai kedua, judulnya 'Memahami Informasi, Bit Demi Bit (Persamaan Shannon)' merupakan esai karya Igor Alexander. Bicara tentang Persamaan Shannon, siapa itu Shannon? Claude Shannon adalah seorang teknisi dan ahli matematika. Buah pemikirannya berkaitan tentang teori komunikasi menghasilkan dua rumus yang disebut sebagai Persamaan Shannon, yaitu :
I = -p log2 p
dan
C = W log2 (1 + S/N)
Claude Shannon
Untuk penjelasan rumusnya, silakan baca sendiri bukunya ya (karena penjelasannya lumayan panjang). Buku ini masuk KDT Perpustakaan Nasional koq. Selanjutnya, berkaitan dengan hubungan komunikasi antar komputer untuk mengirimkan informasi, Shannon menyatakan ada 5 komponen mayor yaitu :
1. Sumber
2. Penyandi (modulator)
3. Penghantar
4. Penakbir (demodulator)
5. Penerima

Informasi dari sebuah komputer disimpan dalam bentuk bit, maka agar bisa dikirimkan, ia harus diubah dulu ke bentuk sinyal (disinilah fungsi penyandi/modulator). Setelah itu akan dibawa oleh kabel penghantar, dan sebelum dapat ditampilkan ke komputer penerima, ia harus diubah lagi ke bentuk bit (ini dilakukan oleh penakbir/demodulator). Apa itu bit? Bit adalah binary unit of information yang artinya 'unit biner informasi' yang bernilai dua angka yaitu 0 dan 1.

Lanjut ke esai ketiga, berjudul 'Arah' yang sebenarnya dikutip dari buku Count Down, Six Kids Vie for Glory at the World's Toughest Math Competition (2004) karya Steve Olson. Dari keempat esai yang disajikan buku ini, 'Arah' adalah karya tulis yang kurang menarik untuk saya. Apa karena 'terlalu matematika' ya? Hahaha, mungkin. Pada esai ini dikisahkan tentang para siswa yang tengah menghadapi Olimpiade Matematika. Dijelaskan pula tentang sejarah dan masalah-masalah terkait dunia matematika. Bahkan ada lelucon matematika yang tak semua orang mengerti dimana letak kelucuannya (untungnya aku tertawa meringis waktu membaca leluconnya). Pada esai ini muncul beberapa tokoh matematika seperti Pierre de Fermat (ahli matematika amatir yang sebenarnya adalah seorang pengacara dan hakim) dan Titu Andreescu (Direktur Kompetisi Matematika Amerika). Titu Andreescu termasuk orang yang jenius dan berjasa dalam pengajaran matematika di Amerika.

David & Gregory Chudnovsky
Akhirnya esai keempat, 'Gunung Pi' karya Richard Preston sebenarnya adalah sebuah artikel panjang yang diterbitkan untuk The New Yorker. Gunung Pi mengisahkan tentang kerja keras Chudnovsky bersaudara (Gregory Chudnovsky dan David Chudnovsky) untuk memecahkan misteri bilangan Pi (dikenal dengan lambang π). Saking terobsesinya dengan bilangan Pi, mereka sampai merakit superkomputer sendiri (diberi nama m-zero) di apartemen Gregory. Saingan mereka dalam memperhitungkan digit Pi adalah para peneliti dari berbagai perusahaan superkomputer. Tapi nyatanya Chudnovsky bersaudara berhasil mengalahkan saingan terberat mereka dengan memecahkan jumlah bilangan pi sebanyak dua milyar dua ratus enam puluh juta tiga ratus dua puluh satu ribu tiga ratus tiga puluh enam digit! Wow..... Amazingly, mereka melakukan itu dengan superkomputer rakitan mereka sendiri, yang sukucadangnya dibeli dengan uang sendiri, dan karena selalu digunakan untuk penghitungan, m-zero sering rusak, jadi mereka sering membeli sukucadangnya via pos.
Jadi sebenarnya bilangan Pi bukan hanya ada dua angka di belakang koma (3.14), melainkan tak terhingga.

Okay, begitulah isi dari buku Gunung Pi. Dari segi fisik, buku ini cukup ringan dan ringkas. Dari segi pembahasan mungkin lumayan berat. Namun di sisi lain, kisah-kisah yang dipaparkan karya terjemahan ini merupakan bagian dari sejarah yang sangat mengasyikan untuk dibaca (dan sangat menambah wawasan juga). Entah kenapa, waktu membaca buku ini seolah saya ditampar, digelitiki, dan dibuat takjub. Entah....
Namun buku ini juga ada kekurangannya, yaitu samasekali tak ada ilustrasi ataupun foto. Padahal banyak disebutkan tokoh-tokoh penting dalam dunia persilatan, eh, matematika maksudnya.
Tapi bagaimanapun juga, tiga kata untuk buku ini : cerdas, kocak, gila! (putri.dwi17)

Foto-foto: dari berbagai sumber
READ MORE