Pada 17 Mei 2002, Napster mengumumkan bahwa aktivanya akan diambil alih
oleh firma media Jerman, Bertelsmann AG, sebesar US
$8 juta. Menurut syarat perjanjian tersebut, pada 3 Juni Napster memohon
perlindungan Bab 11 di bawah undang-undang muflis Amerika
Serikat yang menjelaskan bahwa debitur dapat mengusulkan rencana
reorganisasi untuk menjaga bisnisnya tetap hidup dan membayar kreditur dari
waktu ke waktu. Dalam hal ini orang-orang
dalam bisnis atau individu juga termasuk
di dalamnya.
Pada 2 September 2002, seorang hakim kasus
kebangkrutan Amerika menghalangi penjualan kepada Bertelsman dan memaksa
Napster untuk menjual aktivanya menurut Bab 7 undang-undang muflis Amerika
tentang likuidasi, yaitu yang mengharuskan agar likuidasi aset debitur
untuk membayar kembali uang yang
dihutangkan kepada debitur. Kebanyakan karyawan Napster di PHK, dan halaman
depan Web Napster diubah menjadi "NAPSTER was Here".
Sejak Napster ditutup, beberapa peraturan pertukaran
file peer to peer seperti Morpheus dan KaZaA mulai diberlakukan.
Peraturan ini hanya berasumsi Napster sebagai sumber utama bagi konsumen
pertukaran file MP3 untuk mendapatkan musik yang diinginkan. Dalam setahun,
penutupan Napster (dalam bentuk asal) hanya menyebabkan sedikit pengaruh dalam
pertumbuhan pertukaran file menurut pendukung pertukaran file.
Pada 25 Juni 2003 RIAA
mengubah tuntutan bukan kepada layanan, tetapi kepada pengguna jasa itu sendiri dan akan mengajukan
tuntutan karena karena terlibat dalam pertukaran file ilegal, dimulai September
tahun pertama. Proyek Napster kemudian diganti dengan Napster 2.0 dalam usaha
meneruskan komersialisasi musik dengan aturan yang sah.
Sumber:
Velasquez,
Manuel G. 2010. Etika Bisnis Konsep dan Kasus Edisi 5.
http://id.wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ayo jangan sungkan-sungkan, kasih komentar ya, tapi jangan memaki ataupun curcol...